Sebaiknya ibu memahami dulu apa itu vegetarian. Vegetarian adalah pilihan hidup seseorang untuk tidak mengonsumsi daging hewani dan turunannya, kecuali sayur-sayuran. Vegetarian terbagi menjadi lima jenis. Yang pertama, semi vegetarian, tidak makan daging berwarna merah, seperti daging sapi atau kambing. Kedua, vegetarian lakto-ovo, tidak makan daging-dagingan, makanan laut dan unggas, tapi mengonsumsi telur serta susu dan hasil olahannya. Ketiga, vegetarian lakto, tidak makan daging-dagingan, makanan laut, unggas dan telur, namun mengonsumsi susu dan hasil olahannya. Keempat, vegetarian ovo tidak makan daging-dagingan, makanan laut, unggas, susu dan hasil olahannya, tapi masih mengonsumsi telur. Yang terakhir adalah vegan, yaitu sama sekali tidak mengonsumsi daging, makanan laut, unggas, susu termasuk hasil olahannya, serta telur dan juga memakai produk yang berasal dari hewan seperti jaket kulit dsb.
Sekarang apa vegetarian boleh diterapkan kepada anak-anak? Boleh saja. Memang masa anak merupakan masa pertumbuhan yang sangat membutuhkan nutrisi yang lengkap agar tumbuh kembang dengan optimal.
Nutrisi yang lengkap adalah kombinasi makanan yang mengandung tujuh nutrisi, yaitu kalori, protein, vitamin B12, vitamin D, zat besi, kalsium, serta seng. Intinya sih boleh-boleh saja asalkan kandungan gizinya baik, dalam arti tetap mengandung nutrisi yang lengkap.
Untuk itu anak yang ingin vegetarian sebaiknya tetap berkonsultasi kepada ahli gizi untuk pengaturan pola makannya. Untuk nutrisi yang terdapat pada daging hewan dan turunannya, bisa diganti dengan sayuran hijau seperti brokoli dan kacang-kacangan. Misalnya untuk B12 selain dibuat oleh tubuh kita sendiri kandungan B12 bisa diganti dengan tempe. Lalu seng atau Zn bisa didapat dari kacang-kacangan, dan zat besi bisa diisi oleh sayuran hijau seperti brokoli, sedangkan protein bisa diganti dengan kacang-kacangan dan biji-bijian, dll.
Lantas pada usia berapa anak mulai bisa vegetarian? Sebenarnya mulai lahir seorang anak sudah vegetarian, bayi yang baru lahir hanya minum ASI untuk pertumbuhannya, selanjutnya mulai dari 6 bulan anak sudah bisa diterapkan untuk jadi vegetarian. Lalu apakah nantinya akan menghambat pertumbuhannya, tentu tidak asalkan itu tadi, kandungan gizinya seimbang.
Sebagai rekomendasi, sebaiknya anak-anak vegetarian jenis lacto ovo, karena anak-anak masih diperbolehkan minum susu dan telur untuk memenuhi asam amino essensialnya. Asam amino esensial adalah 8 jenis zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan hanya bisa diperoleh dari makanan, yakni isoleusin, leusin, lisin, methionin, femialanin, threonin, triptofan, dan valin. Dan tubuh tidak bisa membuatnya sendiri.
Yang harus diingat adalah anak yang vegetarian harus tetap konsultasi dengan ahli gizi untuk pemenuhan kandungan gizi seimbangnya. Karena kebanyakan perkembangan terhambat bukan dari vegetarian tidaknya tetapi adanya ketidakseimbangan kandungan gizi makanannya. DB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar